Arti Cinta dalam Rajutan Sutra Asmara

Desember 30, 2009

Berbagai Rasa, Mengungkap Misteri Cinta

Atas Izin Allah,

Cinta, ibarat partikel udara yang tak pernah bisa kita lihat namun sering sekali kita rasakan

Cinta, tak beda jauh dengan air di lautan yang tak pernah habis untuk dimaknai

Cinta, seperti sambal, sudah tahu pedas tapi masih saja dimakan

Cinta, Adalah racun yang nikmat untuk ditenggak

Cinta,…..

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Edisi 3 -Sarana Menggapai Cinta Allah-

Desember 30, 2009

Oleh: Abdurrahman

Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepa-da Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat; amma ba’du:

Sifat Cinta bagi Allah

Cinta merupakan sifat bagi Allah. Kita menetapkan sifat tersebut sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa tahriif (perubahan lafazh), ta’thiil (penolakan makna), takyiif (membayangkan cara atau bentuk), dan tamtsil (menyamakan dengan makhluk). Sifat itu sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya sebagaimana sifat-sifat yang lain.

Ketika menetapkan sifat Mahabbah dan Mawaddah (cinta Allah) kepada para wali-Nya, Syaikhul Islam dalam Aqidah Wasithiyyah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan sifat tersebut. Ayat-ayat itu adalah QS. Al-Baqarah: 195 dan 222, QS. Al-Hujurat: 9, QS. At-Taubah: 7, QS. Ali-Imran: 31, QS. Al-Maa’idah: 31 dan 54, dan QS. Ash-Shaff: 4.

Dalam ayat-ayat tersebut terdapat beberapa sifat hamba yang dicintai oleh-Nya yaitu bertakwa, berlaku adil, berbuat baik, mensucikan diri (yaitu mensucikan diri dari kotoran lahir dan kotoran batin), dan berperang di jalan-Nya.

Kiat-kiat Menggapai Kecintaan Allah

Syaikhul Islam Rahimahullah menyebutkan, bahwa sebab-sebab yang dapat mendatangkan kecintaan-Nya ada sepuluh macam:

Baca entri selengkapnya »


Edisi 2 -Jangan Bersedih-

Juli 20, 2009

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi-Nya. Dia-lah Rabb kita, Yang Menciptakan, Memberi Rizki dan Mengatur urusan hamba-Nya. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Segala sesuatu kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, tidak sepatutnya bersedih. Mengapa? Karena kita punya Allah Subhanahu wa Ta’ala, Zat yang mengatur urusan hamba-Nya.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada sebaik-baik pendidik, yang telah mengajari kita untuk memaknai kehidupan dengan pemaknaan fitri (sesuai dengan fitrah). Sehingga dengan pemaknaan itu kita dapat merasakan kehidupan yang indah. Dialah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Shalawat kepadanya, kepada sahabatnya, keluarganya, serta umatnya yang meniti jalan kebahagiaan dunia akhirat.

Bersedih, Bolehkah?

Pada momen tertentu kesedihan memang tidak dapat dihindari dan seseorang terpaksa harus bersedih karena suatu kenyataan. Oleh karena itu, ketika seorang hamba ditimpa kesedihan hendaknya ia senantiasa melawannya dengan doa-doa dan sarana-sarana lain yang memungkinkan untuk mengusirnya.

Baca entri selengkapnya »


Edisi 1 -Menjadi Umat Pembaca-

Juli 20, 2009

“Segala puji hanya bagi Allah I yang telah menciptakan pena sebagai ciptaan yang pertama kali diciptakan seraya berfirman, ‘Tulislah!’ maka pena pun menulis apa yang akan terjadi hingga hari Kiamat. Puji syukur ke hadirat Allah I yang telah memberikan nikmat pena dan tulisan kepada hamba-hamba-Nya dan menjelaskannya seraya berfirman, ‘Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis.’ (QS Al-Qalam: 1).

Sumpah dalam ayat ini menunjukkan atas keagungan pena dan tulisan, karena Allah I tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung. Di antara nikmat Allah I yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya adalah nikmat berbicara seperti yang difirmankan-Nya, ‘Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.’ (QS. Ar-Rahman: 3-4). (Al-Munajjid, 2004: 141-143).

Membaca merupakan aktivitas untuk memahami suatu hasil karya dari pena, yaitu tulisan. Begitu pentingnya aktivitas membaca, sehingga ayat yang turun pertama kali kepada Nabi adalah “Iqra (bacalah)”.

Baca entri selengkapnya »


WiFi Bukan Why Fee

Juni 24, 2009

wifi

Kata-kata itu yang tepat, jika kita mengenal dunia jaringan lebih lanjut.

Nggak usah bayar, nggak usah colokin kabel, tapi perlu nggak ya kita punya account supaya legal buat akses internet?

Kenapa teknologi Wi-Fi dipilih sebagai instalasi jaringan lokal untuk mempermudah akses internet dalam suatu instansi pemerintahan, kampus, masjid, sekolah, cafe, warung, tapi mungkin nggak ya…diinstall di toilet atau di fitting room???

waah bisa ng*n**p orang ……. dunk?

Daripada suudzan buat mikir yang nGgak-nGgak Untuk lebih lanjut baca dulu yang ini

Baca entri selengkapnya »